Kaidah Fikih Asasi (Dasar): Implementasinya dalam Bidang Ekonomi, Politik, Sosial, Hukum, dan Budaya

Authors

  • Eka Wahyu Hestya Budianto Author

Keywords:

Fikih, Asasi, Ekonomi, Politik, Sosial, Hukum, Budaya

Abstract

Buku yang berjudul “Kumpulan Kaidah-Kaidah Fikih” ini menyajikan 52 kaidah induk (al-qawa’id al-fiqhiyyah al-kubra) beserta cabang-cabangnya yang menjadi fondasi utama dalam penalaran hukum Islam. Bukanlah suatu kebetulan bahwa kaidah pertama yang disajikan adalah “Segala perkara tergantung pada maksud/tujuannya” (الأمور بمقاصدها)—sebuah kaidah yang menjadi ruh seluruh hukum Islam. Kaidah ini mengajarkan bahwa tidak ada perbuatan yang dinilai secara formalitas semata; yang terpenting adalah niat dan tujuan di baliknya. Seorang yang berwudhu sekadar untuk menyegarkan badan tidaklah berpahala ibadah, berbeda dengan yang berwudhu karena ingin melaksanakan shalat. Demikian pula dalam akad jual beli, hibah, atau nikah—semuanya tergantung pada apa yang diniatkan oleh pelakunya. Kaidah ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengembalikan setiap persoalan kepada substansinya, bukan sekadar kulit luarnya.
Setelah itu, buku ini mengajak pembaca menyelami kaidah kedua yang tidak kalah fundamental: “Keyakinan tidak hilang karena keraguan” (اليقين لا يزول بالشك). Inilah kaidah yang memberikan stabilitas dan kepastian dalam hukum Islam. Seseorang yang yakin telah berwudhu, kemudian ragu apakah wudhunya batal, maka hukum asalnya adalah wudhu tetap sah. Seseorang yang yakin memiliki utang, kemudian ragu apakah telah membayarnya, maka tanggungannya belum gugur. Kaidah ini melahirkan prinsip bahwa apa yang telah ditetapkan dengan keyakinan tidak dapat dihapus hanya dengan keraguan. Dari sini lahir puluhan cabang kaidah, seperti asal segala sesuatu adalah tetap sebagaimana keadaan semula (kaidah ke-3), asal hukum pada sifat-sifat baru adalah ketiadaan (kaidah ke-5), hingga asal bebas tanggungan (kaidah ke-6)—semuanya bermuara pada prinsip kepastian hukum yang menjadi tulang punggung peradilan Islam.
Klaster besar berikutnya adalah kaidah-kaidah tentang kemudaratan, yang dimulai dengan kaidah monumental: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain” (لا ضرر ولا ضرار). Hadis ini, yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan lainnya, menjadi pijakan utama dalam menetapkan hukum-hukum yang bertujuan mencegah kerusakan dan menghilangkan kemudaratan. Darinya lahir kaidah-kaidah turunan: kemudaratan harus dihilangkan (kaidah 21), kemudaratan tidak boleh dihilangkan dengan kemudaratan serupa (kaidah 22), kemudaratan yang lebih berat dihilangkan dengan menanggung kemudaratan yang lebih ringan (kaidah 23), dipilih yang lebih ringan dari dua keburukan (kaidah 24), hingga mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada menarik manfaat (kaidah 27). Kaidah-kaidah ini menjadi instrumen penting dalam penyelesaian konflik kepentingan dan dalam menetapkan prioritas hukum ketika terjadi pertentangan antara dua maslahat atau dua mafsadat.
Kaidah-kaidah tentang keringanan dan darurat juga memperoleh porsi yang signifikan dimulai dari “Kesulitan mendatangkan kemudahan” (المشقة تجلب التيسير). Prinsip ini menjadi landasan bagi berbagai keringanan (rukhshah) dalam Islam, seperti diperbolehkannya menyatukan shalat bagi musafir, berbuka di bulan Ramadhan bagi yang sakit atau dalam perjalanan, serta bertayamum ketika tidak ada air. Kaidah “Kondisi darurat membolehkan hal-hal yang terlarang” (الضرورات تبيح المحظورات) memberikan kelonggaran dalam situasi terpaksa, namun segera ditegaskan dengan kaidah berikutnya: “Keringanan darurat dibatasi sesuai kadar kebutuhannya” dan “Keterpaksaan tidak boleh menghilangkan hak orang lain.” Dengan demikian, Islam tidak membiarkan pintu darurat terbuka lebar tanpa kontrol, melainkan membatasinya secara proporsional.
Salah satu sumbangan terbesar pemikiran hukum Islam yang membedakannya dari sistem hukum lain adalah pengakuan terhadap adat kebiasaan (al-‘urf) sebagai sumber hukum. Kaidah “Kebiasaan (adat) dapat menjadi sumber hukum” (العادة محكمة) membuka ruang bagi dinamika sosial dan perubahan zaman. Dari sini lahir kaidah-kaidah seperti setiap istilah yang tidak didefinisikan secara bahasa atau syariat, maka rujukannya adalah kebiasaan (kaidah 40), akad kebiasaan sama seperti akad lisan (kaidah 41), kebiasaan hanya dianggap jika berlaku konsisten atau dominan (kaidah 44), dan yang paling relevan dengan konteks modern: “Tidak diingkari perubahan hukum karena perubahan zaman” (لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان). Kaidah ini menegaskan bahwa meskipun teks-teks syariat bersifat tetap, pemahaman dan penerapannya dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan teknologi—selama tidak bertentangan dengan nash yang qath’i.
Buku ini juga memuat kaidah-kaidah tentang interpretasi dan pembuktian, seperti “Tulisan dianggap seperti ucapan lisan” (الكتاب كالخطاب) yang menjadi dasar legalitas dokumen tertulis dalam transaksi dan peradilan, serta “Isyarat yang dikenal dari orang bisu sama dengan penjelasan lisan” (الإشارة المعهودة للأخرس كالبيان باللسان) yang menunjukkan perhatian Islam terhadap penyandang disabilitas. Kaidah “Tidak dianggap (diperhitungkan) isyarat/kemungkinan ketika berhadapan dengan pernyataan tegas” mengajarkan bahwa pernyataan eksplisit lebih kuat daripada sekadar isyarat atau dugaan.

Author Biography

  • Eka Wahyu Hestya Budianto

    Penulis bernama lengkap Eka Wahyu Hestya Budianto, Lc., M.Si. Dilahirkan di Jember pada 8 Agustus 1989. Riwayat pendidikan penulis adalah lulusan santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, lulus di tahun 2008. Dilanjutkan Sarjana Strata 1/S1 dengan gelar Licence (Lc.), Fakultas Syari’ah wal Qanun, Jurusan Syari’ah Islamiyyah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, lulus di tahun 2015. Kemudian Pascasarjana/S2 dengan gelar Master of Sains (M.Si), Fakultas PS-KTTI, Konsentrasi Ekonomi dan Keuangan Syari’ah, Universitas Indonesia (UI), Jakarta, lulus di tahun 2018. 
    Penulis adalah Dosen Tetap PNS, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Fakultas Ekonomi, dengan rumpun ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah. Penulis juga menjabat sebagai Direktur Bait Syariah Indonesia dan CEO Afanin Group. Dalam bidang kepenulisan dan organisasi, penulis pernah menjadi anggota kajian Nun Center, kontributor Buletin Informatika ICMI Orsat Kairo (2010-2011), Pemimpin Redaksi Majalah La Tansa IKPM Kairo (2011-2012), Sekretaris dan Majelis Litbang Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo PMIK Kairo (2010-2015) & Direktur Baitul Mal wa Tamwil BMT PAKEIS ICMI (2013-2014), Sekretaris Umum IKPM Kairo (2010-2011), Bendahara Umum PPMI Mesir (2012-2013), Sekretaris Wisma Nusantara Kairo (2012-2014). 
    Dalam bidang talaqqi keilmuan, baik ber-mulazamah dalam waktu lama maupun hanya sebentar, beliau banyak belajar dari ulama-ulama dalam dan luar negeri. Saat mondok di Gontor dan kuliah setahun di sana, beliau menimba ilmu dengan para Kyai dan Asatidz, di antaranya: KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan Abdullah Sahal, Prof. Dr. Amal Fathullah (Rektor UNIDA), Prof. Hamid Fahmi, Ph.D (Direktur INSIST, Birmingham University), H. Syarif Abadi, H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. (Manchester University), dan lainnya. Sewaktu kuliah di Al-Azhar University, Kairo, Mesir, baik di bangku perkuliahan maupun ruwaq-ruwaq Masjid Jami Al-Azhar, masyayikh yang pernah beliau menimba ilmu dari mereka di antaranya: Ilmu Akidah, Filsafat & Kalam oleh Syeikh Prof. Dr. Ahmad Thayyib, Syeikh Al-Akbar Al-Azhar. Ilmu Alat Lughah ‘Arabiyah oleh Syeikh Prof. Dr. Fathiy Al-Hijaziy. Ilmu Fikih dan Ushul-nya oleh Syeikh Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad, Prof. Dr. Sa’duddin Al-Hilaliy & Syeikh Hisyam Kamil. Ilmu Hadis dan Ulumul-nya oleh Syeikh Prof. Dr. Nurruddin Al-’Itr, Prof. Dr. Yusri Rusydi Al-Hasaniy & Prof. Dr. Usamah Sayyid Al-Azhariy. 
    Pada saat menempuh pascasarjana di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, beliau juga banyak belajar dari dosen-dosen beliau, di antaranya: Prof. Dr. Uswatun Hasanah (Guru Besar UI), Prof. Dr. Amany Lubis (Guru Besar UIN Jakarta), Prof. Dr. Didin Hafidhuddin (Guru Besar UIKA & Pakar Zakat Indonesia), Prof. Dr. Nurul Huda (Guru Besar Ekonomi Syariah), KH. Cholil Nafis, Ph.D. (Ketua MUI Pusat), Hendri Tanjung, Ph.D. (BWI Pusat), Dr. Rizqullah (Komisaris BNI Syariah), Mohamad Soleh Nurzaman, Ph.D (PUSKAS BAZNAS Pusat) dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala merahmati dan memberkati mereka semua atas ilmu yang diberikan kepada penulis. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. 
    Saat ini, penulis aktif menulis, baik berupa jurnal ilmiah terakreditasi nasional maupun internasional, serta buku-buku ilmiah berkaitan dengan Ekonomi Syariah dan Studi Keislaman lainnya. Untuk berinteraksi dengan penulis, bisa lewat email: ekawahyu682@gmail.com dan nomer HP 082332111640.

References

Abd Al-Hayy bin Al-Imad Al-Hanbali (1089 H), Shadarat Al-Dhahab fi Akhbar Man Dhahab, Tab’ Maktabat Al-Qudsi. Al-Qahirah. 1350 H.

Abd Allah bin Sa’id bin Abbad Al-Lahji Al-Hadrami, 1410 H, Idhah Al-Qawa’id Al-Fikihiyah, Al-Tab’ah Al-Thalithah. Al-Sa’udiyah. Dun Dar Nashr.

Abd Allah bin Yusuf Al-Zayla’i (762 H), Nasb Al-Rayah li Ahadith Al-Hidayah, Al-Tab’ah Al-Ula. Misr. 1357 H/1938 M.

Abd Al-Qadir Al-Qurashi (775 H), Al-Jawahir Al-Mudiyah fi Tarajim Al-Hanafiyah, Tab’ Haidarabad. Al-Hind. 1332 H.

Abd Al-Qadir bin Ahmad Al-ma’ruf bi Ibn Badran (1346 H), Al-Madkhal ila Mazhab Ahmad, Idarat Al-Tiba’ah Al-Muniriyah. Misr. d.t.

Abd Al-Rahman Al-Sabuni, Al-Madkhal li Dirasat Al-Tashri’ Al-Islami, Nashr Jami’at Dimashq. Dimashq. d.t.

Abd Al-Salam Ibrahim Muhammad Al-Husayn, Al-Qawa’id wa Al-Dawabit Al-Fikihiyah li Al-Mu’amalat Al-Maliyah inda Ibn Taymiyah, Jam’ wa Dirasat, Dar Al-Ta’sil. Al-Qahirah. Tab’ah 1 1422 H/2002 M. Risalat Majistir.

Abd Al-Wahhab Al-Baghdadi (422 H) Al-Ishraf ala Masail Al-Khilaf, Matba’at Al-Iradah. Tunis. d.t.

Abd Al-Wahhab Al-Maliki (422 H), Al-Qawa’id Al-Fikihiyah min Khilal Kitab Al-Ishraf, Al-Duktur Muhammad Al-Ruqi. Nashr Dar Al-Buhuth li Al-Dirasat Al-Islamiyah wa Ihya’ Al-Turath Tab’ah 1 Dubai 1424 H/2003 M.

Abi Abd Allah Al-Hakim, Muhammad bin Abd Allah (405 H), Al-Mustadrak ala Al-Sahihayn fi Al-Hadith, Taswir an Tab’at Haidarabad Al-Dakan. Al-Hind. 1335 H.

Abu Abd Allah Muhammad bin Ahmad Al-Ansari Al-Qurtubi (671 H), Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an = Tafsir Al-Qurtubi, Tab’ah Musawwarah an Dar Al-Kutub Al-Misriyah. Al-Qahirah. d.t.

Abu Abd Allah Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari (256 H), Sahih Al-Bukhari, Dabtahu wa Sharhahu, Al-Duktur Mustafa Al-Bugha Nashr Dar Al-Qalam, Dimashq. Al-Tab’ah Al-Ula. 1401 H/1981 M.

Abu Abd Allah, Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Maqqari (758 H), Al-Qawa’id, Tahqiq Al-Duktur Ahmad bin Abd Allah bin Hamid Nashr Markaz Ihya’ Al-Turath Al-Islami, Jami’at Umm Al-Qura. Makkah Al-Mukarramah. bila Tarikh.

Abu Al-Abbas Ahmad bin Yahya Al-Wansharisi (914 H), Idhah Al-Masalik ila Qawa’id Al-Imam Malik, Tahqiq Ahmad Boutahir Al-Khattabi, Nashr Sunduq Ihya’ Al-Turath Al-Islami, Al-Ribat. 1400 H/1980 M.

Abu Al-Baqa’ Al-Kafawi, Ayyub bin Musa Al-Husayni (1094 H/1684 M), Al-Kulliyat, Nashr Wizarat Al-Thaqafah Dimashq. 1981 M.

Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi (450 H), Al-Hawi Al-Kabir, Tahqiq Adad min Al-Asatidhah, Tab’ Dar Al-Fikr. Beirut 1414 H/1994 M.

Abu Al-Hasanat Muhammad bin Abd Al-Hayy Al-Laknawi (farigh minhu sanat 1292 H), Al-Fawa’id Al-Bahiyah fi Tarajim Al-Hanafiyah, Taswir Dar Al-Ma’rifah. Beirut. d.t.

Abu Al-Qasim Al-Husayn bin Muhammad Al-ma’ruf bi Al-Raghib Al-Asbahani (502 H), Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur’an, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. 1381 H/1961 M.

Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah Al-Tirmidhi (279 H), Sunan Al-Tirmidhi = Al-Jami’, ma’ Sharhihi Tuhfat Al-Ahwadhi li Al-Mubarakfuri (1353 H) Matba’at Al-Madani. Al-Qahirah. Tab’ah 2. 1383 H/1963 M.

Abu Ishaq Ibrahim bin Ali Al-Shirazi (476 H), Al-Muhadhdhab fi Fikih Al-Shafi’i, Tahqiq Al-Duktur Muhammad Al-Zuhayli, Dar Al-Qalam. Dimashq. 1412 H/1992 M.

Abu Ishaq Ibrahim bin Ali Al-Shirazi (476 H), Tabaqat Al-Fuqaha’, Tab’ Dar Al-Turath Al-Arabi. Beirut. 1970 M.

Abu Muhammad Abd Allah bin Abd Al-Rahman bin Al-Fadl Al-Darimi (255 H), Sunan Al-Darimi, Tahqiq Muhammad Ahmad Dahman Tab’ Dar Ihya’ Al-Sunnah Al-Nabawiyah. Al-Qahirah, d.t.

Abu Zakariya Muhyi Al-Din Yahya bin Sharaf Al-Nawawi (676 H), Tahdhib Al-Asma’ wa Al-Lughat, Taswir an Tab’at Idarat Al-Tiba’ah Al-Muniriyah. Beirut. d.t.

Ahmad bin Al-Husayn Al-Bayhaqi (458 H), Sunan Al-Bayhaqi, Al-Sunan Al-Kubra. Taswir an Al-Tab’ah Al-Ula Haidarabad Al-Dakan. Al-Hind. 1355 H.

Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani (852 H), Fath Al-Bari Sharh Sahih Al-Bukhari, Al-Matba’ah Al-Khayriyah. Al-Tab’ah Al-Ula. 1329 H, wa Tab’at Ukhra.

Ahmad bin Hajar Al-Asqalani (852 H), Al-Durar Al-Kaminah fi A’yan Al-Mi’ah Al-Thaminah, Matba’at Al-Madani Al-Qahirah. 1387 H/1967 M.

Ahmad bin Hajar Al-Asqalani (852 H), Al-Talkhis Al-Habir fi Takhrij Ahadith Al-Rafi’i Al-Kabir, Nashr Shirkah Al-Tiba’ah Al-Fanniyah Al-Muttahidah. Al-Qahirah. wa Abd Allah Hashim Al-Yamani. Al-Madinah Al-Munawwarah. 384 H/1964 M.

Ahmad bin Hanbal Al-Shaybani (242 H), Musnad Al-Imam Ahmad, Taswir Al-Maktab Al-Islami bi Dimashq an Al-Matba’ah Al-Maymaniyah bi Al-Qahirah. 1313 H.

Ahmad bin Muhammad Al-Zarqa (1357 H/1938 M), Sharh Al-Qawa’id Al-Fikihiyah, Dar Al-Qalam. Dimashq. Tab’ah 1. 1414 H/1993 M.

Ahmad bin Muhammad bin Ali Al-Misri Al-Fayyumi (770 H), Al-Misbah Al-Munir, Al-Matba’ah Al-Amiriyah. Al-Qahirah. Tab’ah 6 1926 M.

Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Khallikan (681 H), Wafayat Al-A’yan, Matba’at Al-Sa’adah. Al-Qahirah. Tab’ah 1. 1368 H/1948 M.

Ahmad bin Shu’ayb Al-Nasa’i (303 H), Sunan Al-Nasa’i, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. Al-Tab’ah Al-Ula, 1383 H/1964 M.

Ali Ahmad Al-Nadwi, Jamharat Al-Qawa’id Al-Fikihiyah fi Al-Mu’amalat Al-Maliyah, Nashr Shirkah Al-Rajhi Al-Masrafiyah li Al-Istithmar. Al-Riyadh. Tab’ah 1. 1421 H/2000 M.

Ali bin Muhammad Al-Sharif Al-Jurjani Al-Hanafi (816 H), Al-Ta’rifat, Tab’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah, 1357 H/1938 M.

Ali Haydar Ta’rib Al-Muhama Fahmi Al-Husayni, Durar Al-Hukkam Sharh Majallat Al-Ahkam, Tab’ Dar Al-Jil. Beirut 1411 H/1991 M.

Al-Marghinani (593 H), li Al-Kamal bin Al-Humam (861 H), Fath Al-Qadir Sharh Al-Hidayah, Matba’at Al-Maktabah Al-Tijariyah Misr 1356 H, wa bi Hamihi Al-Inayah Sharh Al-Hidayah, Muhammad bin Muhammad Al-Babarti (786 H) wa Hashiyat Sa’d Allah bin Isa Al-Jalabi (945 H).

Al-Wansharisi (914 H), Tatbiqat Qawa’id Al-Fikih inda Al-Malikiyah min Khilal Idhah Al-Masalik, wa Sharh Al-Manhaj Al-Muntakhab li Al-Manjur (975 H), I’dad Al-Duktur Al-Sadiq bin Abd Al-Rahman Al-Ghiryani, Nashr Dar Al-Buhuth wa Al-Dirasat Al-Islamiyah wa Ihya’ Al-Turath, Dubai. Tab’ah 1. 1423 H. 2002 M.

Badr Al-Din Muhammad bin Bahadur Al-Zarkashi (794 H), Al-Manthur fi Al-Qawa’id, Haqqahu Al-Duktur Taysir Fa’iq Ahmad Mahmud, Nashr Wizarat Al-Awqaf. Al-Kuwait. Tab’ah 2. 1405 H/1985 M.

Ibn Rajab Abd Al-Rahman bin Ahmad bin Rajab Al-Hanbali (795 H), Taqrir Al-Qawa’id wa Tahrir Al-Fawa’id = Al-Qawa’id li wa bi Akhirihi Fihrist Taqrir, Al-Qawa’id wa Tahrir Al-Fawa’id li Abi Al-Faraj Nasr Al-Din Al-Baghdadi (kutibat 1086 H) Tahqiq Abi Ubaidah Mashhur bin Hasan Al Salman Dar Ibn Affan. Al-Khobar. Al-Sa’udiyah. Tab’ah 1. 1419 H/1998 M.

Isma’il bin Muhammad Al-Ajluni (1162 H), Kashf Al-Khafa wa Muzil Al-Ilbas, Tab’ Maktabat Al-Turath Al-Islami. Halab. Suriyah. d.t.

Izz Al-Din Abd Al-Aziz bin Abd Al-Salam (660 H), Qawa’id Al-Ahkam, Taswir Dar Al-Ma’rifah. Beirut. an Tab’at Al-Maktabah Al-Tijariyah Al-Kubra. Al-Qahirah. d.t.

Izzat Ubayd Al-Da’as, Al-Qawa’id Al-Fikihiyah, Manshurat Maktabat Al-Ghazali. Hamat. Suriyah. Tab’ah 2. d.t.

Jalal Al-Din Abd Al-Rahman Al-Suyuti (911 H), Al-Ashbah wa Al-Nazair fi Al-Nahw, Tab’ Shirkah Al-Tiba’ah Al-Fanniyah. Al-Qahirah. 1395 H/1975 M.

Jalal Al-Din Abd Al-Rahman Al-Suyuti (911 H), Al-Ashbah wa Al-Nazair fi Furu’ Fikih Al-Shafi’iyah, Matba’at Isa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. d.t. + Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. 1387 H/1959 M.

Jalal Al-Din Abd Al-Rahman Al-Suyuti (911 H), Bughyat Al-Wu’at fi Tabaqat Al-Nahwiyyin wa Al-Nuhat, Tab’ Isa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. 1384 H/1965 M.

Jalal Al-Din Abd Al-Rahman Al-Suyuti (911 H), Husn Al-Muhadarah fi Tarikh Misr wa Al-Qahirah, Tab’ Dar Al-Kutub Al-Arabiyah. Al-Qahirah. Tab’ah 1. 1387 H/1967 M.

Jamal Al-Din Abd Al-Rahim bin Al-Hasan Al-Asnawi (772 H), Tabaqat Al-Shafi’iyah, Dar Al-Ulum li Al-Tiba’ah wa Al-Nashr. Al-Riyadh. 1401 H/1981 M.

Khair Al-Din Al-Zirikli, Al-A’lam, Al-Tab’ah Al-Thalithah. Beirut. 1389 H/1969 M. Dun Dar Nashr.

Khalil bin Kaykaldi Al-Ala’i Al-Shafi’i (761 H), Al-Majmu’ Al-Mudhahhab fi Qawa’id Al-Mazhab, Tahqiq Al-Duktur Muhammad Abd Al-Ghaffar Al-Sharif Nashr Wizarat Al-Awqaf. Al-Kuwait. 1414 H/1994 M.

Mahmud bin Ahmad Al-Zanjani (656 H), Takhrij Al-Furu’ ala Al-Usul, Tahqiq Al-Duktur Muhammad Adib Salih, Tab’at Jami’at Dimashq. Dimashq, 1382 H/1962 M.

Mansur bin Yunus Al-Bahuti (1051 H), Al-Rawd Al-Murbi’ Sharh Zad Al-Mustaqni’, Mu’assasat Al-Risalah, Beirut. Tab’ah 1. 1424 H/2003 M.

Muhammad Al-Shirbini Al-Khatib (977 H), Mughni Al-Muhtaj, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. 1377 H/1958 M.

Muhammad A’la bin Ali Al-Thanawi (1158 H), Kashshaf Istilahat Al-Funun, Taswir an Maktabat Kolkata. Al-Hind. 1862 H.

Muhammad Al-Zuhayli Nashr, Wasail Al-Ithbat fi Al-Shari’ah Al-Islamiyah, Maktabat Dar Al-Bayan. Dimashq. Tab’ah 1. 1414 H/1994 M.

Muhammad Al-Zuhayli, Al-Izz bin Abd Al-Salam, Dar Al-Qalam. Dimashq. Tab’ah 1. 1412 H/1992 M.

Muhammad Al-Zuhayli, Al-Juwayni, Dar Al-Qalam. Dimashq. Al-Tab’ah Al-Thaniyah. 1412 H/1992 M.

Muhammad Al-Zuhayli, Al-Nazariyat Al-Fikihiyah, Tab’ Dar Al-Qalam. Dimashq, Tab’ah 1. 1414 H/1993 M.

Muhammad Al-Zuhayli. Al-Qawa’id Al-Fikihiyah ala Al-Mazhab, Majlis Al-Nashr Al-Ilmi Jami’at Al-Kuwait. Tab’ah 1. 1999 M.

Muhammad Al-Zuhayli, Turuq Tadris Al-Tarbiyah Al-Islamiyah, Dar Al-Ma’arif li Al-Tiba’ah Dimashq. Tab’ah 1. 1410 H/1990 M.

Muhammad Bashir Al-Shaqfah, Al-Fikih Al-Maliki fi Thawbihi Al-Jadid, Dar Al-Qalam. Dimashq. Juz 1, Tab’ah 1, 1416 H/1999 M.

Muhammad bin Ahmad bin Uthman Al-Dhahabi (748 H), Siyar A’lam Al-Nubala’, Mu’assasat Al-Risalah. Beirut. Tab’ah 4. 1406 H/1986 M.

Muhammad bin Ahmad Ibn Al-Najjar Al-Futuhi Al-Hanbali (972 H) Sharh Al-Kawkab Al-Munir fi Usul Al-Fikih, t. Al-Duktur Muhammad Al-Zuhayli wa Al-Duktur Nazih Hammad, Matba’at Al-Ubaykan. Al-Riyadh. Al-Tab’ah Al-Thaniyah 1413 H/1993 M.

Muhammad bin Al-Hasan Al-Hajwi Al-Fasi, Al-Fikr Al-Sami fi Tarikh Al-Fikih Al-Islami, Matba’at Idarat Al-Ma’arif. Al-Ribat. 1340 H, wa Fas 1345 H.

Muhammad bin Ali bin Muhammad Al-Shawkani (1250 H), Nayl Al-Awtar, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah Tab’ah Akhirah. 1380 H/1960 M.

Muhammad bin Isa bin Surah (279 H), Jami’ Al-Tirmidhi ma’a Tuhfat Al-Ahwadhi li Al-Mubarakfuri (1353 H), Matba’at Al-Madani. Al-Qahirah. Tab’ah 2. 1383 H/1963 M.

Muhammad bin Muhammad bin Makhluf, Shajarat Al-Nur Al-Zakiyah fi Tabaqat Al-Malikiyah, Taswir an Al-Tab’ah Al-Ula. 1349 H bi Al-Matba’ah Al-Salafiyah. Nashr Dar Al-Kitab Al-Arabi. Beirut. d.t.

Muhammad bin Yazid Al-Qazwini (273 H), Sunan Ibn Majah, Matba’at Isa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. Al-Tab’ah Al-Ula. 1372 H/1952 M.

Muhammad Fathi Al-Durayni, Al-Nazariyat Al-Fikihiyah, Nashr Jami’at Dimashq, Dimashq. 1401 H/1980 M.

Muhammad Mustafa Al-Zuhayli, Al-Qawa’id Al-Fikihiyah Bahth fi Majallat Al-Bahth Al-Ilmi wa Al-Turath Al-Islami. Kulliyat Al-Shari’ah wa Al-Dirasat Al-Islamiyah. Jami’at Umm Al-Qura. Makkah Al-Mukarramah. Al-Adad Al-Khamis. 1402 H/1982 M.

Muhammad Rawwas Qal’ah Ji, Al-Mawsu’ah Al-Fikihiyah Al-Muyassarah, Dar Al-Nafa’is, Beirut. Tab’ah 1. 1421 H/2000 M.

Muhammad Siddiq bin Ahmad Al-Burnu, Abu Al-Harith Al-Ghazzi, Mawsu’at Al-Qawa’id Al-Fikihiyah, Tab’ Maktabat Al-Tawbah. Al-Riyadh. Tab’ah 2. 1418 H/1998 M.

Muhammad Zahid Al-Kawthari, Maqalat Al-Kawthari, Tab’ Maktabat Al-Turath. Halab, d.t.

Mustafa Ahmad Al-Zarqa, Al-Madkhal Al-Fikihi Al-‘Amm, Matabi’ Alf Ba’ Al-Adib. Dimashq. 1387 H/1968 M.

Mustafa Al-Shalabi, Al-Madkhal fi Al-Ta’rif fi Al-Fikih Al-Islami, Matba’at Dar Al-Ta’lif Misr 1379 H/1959 M.

Mustafa bin Abd Allah, Mulla Jalabi Haji Khalifah, Kashf Al-Zunun an Asami Al-Kutub wa Al-Funun, Tab’at Istanbul. Tab’ah 1. Sanat 1310 H.

Muslim bin Al-Hajjaj Al-Naysaburi (261 H), Sahih Muslim, bi Sharh Al-Nawawi (676), Al-Matba’ah Al-Misriyah wa Maktabatiha, Al-Qahirah. Al-Tab’ah Al-Ula. 1349 H/1930 M.

Nur Al-Din Ali bin Abi Bakr Al-Haythami (807 H), Majma’ Al-Zawa’id wa Manba’ Al-Fawa’id, Matba’at Al-Qudsi. Al-Qahirah. 1352 H.

Sa’d Al-Din Dadash, Majallat Jami’at Al-Amir Abd Al-Qadir li Al-Ulum Al-Islamiyah, Bahth, Al-Adad Al-Sadis. Safar 1420 H Jun (Haziran) = (Yunyu) 1999 M. Qusanatinah. Al-Jazair.

Salih bin Ghanim Al-Sadlan, Al-Qawa’id Al-Fikihiyah Al-Kubra wa Ma Tafarra’a Anha, Dar Balansiyah. Al-Riyadh. Tab’ah 2. 1420 H/1999 M.

Salim Rustam Baz Al-Lubnani, Sharh Al-Majallah, Taswir Al-Tab’ah Al-Thalithah. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah. Beirut. Lubnan. d.t.

Shams Al-Din Abu Abd Allah Muhammad bin Abi Bakr Al-ma’ruf bi Ibn Qayyim Al-Jawziyah (751 H), A’lam Al-Muwaqqi’in, Maktabat Al-Kulliyat Al-Azhariyah. Al-Qahirah. 1388 H/1968 M.

Shihab Al-Din Ahmad bin Idris Al-Sanhaaji Al-Qarafi Al-Maliki (684 H), Al-Furuq, Matba’at Ihya’ Al-Kutub Al-Arabiyah. Misr. 1345 H.

Sulayman bin Al-Ash’ath Al-Sijistani (275 H), Sunan Abi Dawud, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. Al-Tab’ah Al-Ula. 1371 H/1952 M.

Taj Al-Din Abd Al-Wahhab bin Ali Al-Subki (771 H), Tabaqat Al-Shafi’iyah Al-Kubra, t. Al-Hilw wa Al-Tannahi, Tab’ Mustafa Al-Babi Al-Halabi. Al-Qahirah. 1383 H/1964 M.

Ubayd Allah bin Umar Al-Dabbusi Al-Hanafi (430 H), Ta’sis Al-Nazar, Matba’at Al-Imam, Nashr Zakariya Ali Yusuf Al-Qahirah d.t.

Ya’qub bin Abd Al-Wahhab Al-Bahusin, Al-Qawa’id Al-Fikihiyah, Tab’ Maktabat Al-Rushd wa Shirkah Al-Riyadh. Al-Riyadh. Tab’ah 1. 1418 H/1998 M.

Yahya bin Sharaf Al-Nawawi (676 H), Al-Majmu’ Sharh Al-Muhadhdhab, Tab’ Maktabat Al-Irshad. Jeddah. Al-Sa’udiyah. d.t.

Yusuf Assaf (1938 M), Mir’at Al-Majallah, Al-Matba’ah Al-Umumiyah. Misr. 1894 M.

Yusuf bin Abd Al-Hadi Al-Dimashqi Al-Hanbali, Jamal Al-Din (909 H), Al-Qawa’id Al-Kulliyah wa Al-Dawabit Al-Fikihiyah, Tahqiq Jasim bin Sulayman Fuhaid Al-Dawsari. Dar Al-Basha’ir Al-Islamiyah. Beirut. Tab’ah 1. 1415 H/1994 M.

Zain Al-Din Abu Al-Faraj Abd Al-Rahman bin Ahmad, Al-ma’ruf bi Ibn Rajab Al-Hanbali (795 H), Dhayl Tabaqat Al-Hanabilah, Matba’at Al-Sunnah Al-Muhammadiyah. Al-Qahirah. 1372 H/1952 M.

Zain Al-Din Abu Al-Faraj Abd Al-Rahman bin Ahmad, Al-ma’ruf bi Ibn Rajab Al-Hanbali (795 H), Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam, Matba’at Mustafa Al-Babi Al-Halabi, Al-Qahirah. Tab’ah 3. 1382 H/1962 M.

Zain Al-Din bin Ibrahim Al-Ma’ruf bi Ibn Nujaym Al-Hanafi (970 H), Al-Ashbah wa Al-Nazair, wa bi hashitatihi (Nuzhat Al-Nawazir) li Muhammad Amin bin Umar, Al-ma’ruf bi Ibn Abidin (1252 H). Dar Al-Fikr. Dimashq. Tab’ah. 1403 H/1983 M.

Downloads

Published

2026-01-01