Infak: Kajian Turats dan Kontemporer
Keywords:
Infak, Turats, KontemporerAbstract
Buku yang ada di hadapan pembaca ini lahir dari sebuah keprihatinan yang mendalam sekaligus harapan yang sangat besar. Keprihatinan, karena menyaksikan betapa ajaran infak yang begitu agung dan begitu kaya kandungannya masih dipahami oleh sebagian besar umat Islam secara sangat parsial dan sangat terbatas — seolah-olah infak hanyalah soal memasukkan uang ke dalam kotak amal di masjid atau memberikan sedikit uang kepada pengemis di pinggir jalan. Harapan, karena meyakini dengan sepenuh hati bahwa jika umat Islam benar-benar memahami dan mengamalkan ajaran infak secara komprehensif dan optimal, maka potensi transformasi sosial, ekonomi, dan spiritual yang dapat dihasilkan sangatlah luar biasa — melampaui apa yang dapat dibayangkan oleh sistem kesejahteraan sosial manapun yang diciptakan oleh manusia.
Infak dalam Islam bukan sekadar aktivitas sosial atau program filantropi yang bersifat opsional. Ia adalah manifestasi paling nyata dari keimanan yang sejati, ekspresi paling konkret dari tauhid yang dipahami secara benar, dan jembatan yang menghubungkan antara hubungan seorang hamba dengan Tuhannya dan hubungannya dengan sesama manusia. Al-Qur’an menyebut kata infak dan berbagai derivasinya lebih dari sembilan puluh kali, menjadikannya salah satu tema yang paling dominan dalam kitab suci umat Islam — sebuah indikasi yang sangat jelas tentang betapa fundamentalnya kedudukan infak dalam sistem ajaran Islam secara keseluruhan.
Kajian dalam buku ini dirancang untuk menyajikan pemahaman yang benar-benar komprehensif tentang infak dari berbagai dimensi yang saling melengkapi. Dimensi teologis dan akidah mengajak pembaca memahami bahwa infak adalah konsekuensi logis dari keyakinan bahwa semua harta pada hakikatnya adalah milik Allah, dan manusia hanyalah pemegang amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Dimensi hukum fikih memaparkan berbagai ketentuan yang sangat rinci dan sangat kaya dari berbagai mazhab tentang rukun, syarat, macam-macam, dan berbagai hukum yang berkaitan dengan infak dalam berbagai kondisi. Dimensi spiritual dan etika menelusuri bagaimana infak yang ikhlas mampu menyucikan jiwa, membebaskan hati dari belenggu cinta harta yang memperbudak, dan mengangkat derajat spiritual seseorang ke tingkatan yang lebih tinggi.
Dimensi sosial dan ekonomi mengungkap betapa brilian dan betapa canggihnya sistem distribusi yang dirancang Islam melalui berbagai instrumen infak untuk memastikan kekayaan tidak menumpuk hanya pada segelintir pihak, membangun solidaritas sosial yang kuat, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan lebih bermartabat. Dimensi historis membawa pembaca menjelajahi bagaimana para sahabat agung seperti Abu Bakar, Khadijah, Utsman, dan Abd al-Rahman ibn Awf menjadikan kedermawanan sebagai identitas utama mereka, serta bagaimana sistem infak Islam membangun peradaban-peradaban besar yang meninggalkan warisan yang masih kita rasakan manfaatnya hingga hari ini.
Dimensi kontemporer menghadirkan berbagai isu dan tantangan terkini seputar infak — dari infak digital dan crowdfunding syariah, infak dalam bentuk aset kripto, wakaf produktif, hingga green infak untuk lingkungan — yang memerlukan ijtihad yang kreatif namun tetap berpijak pada prinsip-prinsip fundamental syariat yang tidak dapat diganggu gugat. Sementara dimensi ilmiah menyajikan berbagai temuan terkini dari psikologi, neurosains, dan ekonomi perilaku yang secara sangat mengagumkan mengkonfirmasi apa yang telah diajarkan Al-Qur’an dan hadis sejak empat belas abad yang lalu: bahwa berinfak adalah salah satu sumber kebahagiaan yang paling nyata dan paling berkelanjutan, bahwa kedermawanan memiliki manfaat kesehatan yang terukur secara empiris, dan bahwa fitrah manusia memang mencenderungkan kepada kebaikan dan kepedulian terhadap sesama.
Buku ini ditulis dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa persoalan infak adalah persoalan yang terlalu penting untuk dibiarkan hanya menjadi pembahasan akademis yang tersimpan di rak-rak perpustakaan. Ia harus menjadi pengetahuan yang hidup, yang menggerakkan hati dan mengubah perilaku, yang menginspirasi setiap pembacanya untuk berinfak dengan lebih baik, lebih konsisten, dan lebih ikhlas dalam kehidupan sehari-harinya. Karena sesungguhnya, seperti yang diajarkan oleh sebuah hikmah yang sangat indah dalam tradisi Islam: apa yang kita infakkan itulah yang sesungguhnya kita miliki untuk selamanya, sementara apa yang kita simpan dan kikiri pada akhirnya akan hilang dari genggaman kita ketika kita meninggalkan dunia ini.
Buku ini diperuntukkan bagi semua kalangan: bagi masyarakat Muslim awam yang ingin memahami ajaran agamanya dengan lebih baik, bagi para dai dan pendidik yang memerlukan referensi yang komprehensif untuk materi dakwah dan pengajaran mereka, bagi para akademisi dan peneliti yang berminat dalam bidang ekonomi Islam dan filantropi, bagi para pengelola lembaga ZISWAF yang ingin memperkuat landasan syariah dari kegiatan yang mereka geluti, serta bagi para pembuat kebijakan yang ingin memahami potensi luar biasa dari sistem infak Islam sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi nasional.
References
‘Abd al-Baqi, Muhammad Fu’ad. (1996). Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Kairo: Dar al-Hadith.
‘Abd al-Wahhab Khallaf. (1978). ‘Ilm Usul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam.
Abu Dawud, Sulayman ibn al-Ash’ath. (1999). Sunan Abi Dawud. Riyadh: Dar al-Salam.
Abu Zahrah, Muhammad. (1971). Muhadarat fi al-Waqf. Kairo: Dar al-Fikr al-’Arabi.
Ahmad ibn Hanbal. (2001). Musnad al-Imam Ahmad (50 jilid). Beirut: Mu’assasah al-Risalah.
Ahmed, Habib. (2004). Zakat, macroeconomic policies and poverty alleviation: Lessons from simulations on Bangladesh. Journal of Islamic Economics, 14(2), 1–42.
Aknin, Lara B., Barrington-Leigh, Christopher P., Dunn, Elizabeth W., Helliwell, John F., Burns, Justine, Biswas-Diener, Robert, Kemeza, Imelda, Nyende, Paul, Ashton-James, Claire E., & Norton, Michael I. (2013). Prosocial spending and well-being: Cross-cultural evidence for a psychological universal. Journal of Personality and Social Psychology, 104(4), 635–652.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (1988). Sahih al-Jami’ al-Shaghir wa Ziyadatuh (2 jilid). Beirut: Al-Maktab al-Islami.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (1995). Silsilah al-Ahadith al-Shahihah (7 jilid). Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (1996). Sahih al-Tirmidzi (3 jilid). Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (1997). Sahih Ibn Majah. Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (1999). Sahih al-Adab al-Mufrad. Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (2000). Sahih al-Targhib wa al-Tarhib (3 jilid). Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (2002). Sahih Abi Dawud (7 jilid). Kuwait: Mu’assasah Gharras.
Al-’Asqalani, Ahmad ibn ‘Ali ibn Hajar. (1996). Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam. Riyadh: Dar al-Salam.
Al-’Asqalani, Ahmad ibn ‘Ali ibn Hajar. (2000). Fath al-Bari bi Sharh Sahih al-Bukhari (13 jilid). Riyadh: Dar al-Salam.
Al-Baihaqi, Ahmad ibn al-Husayn. (1990). Shu’ab al-Iman (7 jilid). Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Bukhari, Muhammad ibn Isma’il. (1997). Sahih al-Bukhari. Riyadh: Dar al-Salam.
Al-Faruqi, Ismail Raji. (1992). Tawhid: Its implications for thought and life. Herndon: International Institute of Islamic Thought.
Al-Farmawi, Abd al-Hayy. (1977). Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’i: Dirasah Manhajiyyah Mawdhu’iyyah. Kairo: Maktabah Jumhuriyyah.
Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad. (t.t.). Ihya’ ‘Ulum al-Din (4 jilid). Beirut: Dar al-Ma’rifah.
Al-Hakim, Muhammad ibn ‘Abd Allah. (1990). Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihayn (4 jilid). Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Jibrin, ‘Abd Allah ibn ‘Abd al-’Aziz. (1994). Ahkam al-Zakat wa al-Sadaqat. Riyadh: Maktabah al-Tawbah.
Al-Kasani, ‘Ala’ al-Din Abi Bakr ibn Mas’ud. (1986). Badai’ al-Shanai’ fi Tartib al-Sharai’ (7 jilid). Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Nawawi, Yahya ibn Sharaf. (1392 H). Al-Minhaj Sharh Sahih Muslim ibn al-Hajjaj (18 jilid). Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-’Arabi.
Al-Nawawi, Yahya ibn Sharaf. (1997). Riyadh al-Shalihin (Shu’ayb al-Arna’ut, Tahqiq). Beirut: Mu’assasah al-Risalah.
Al-Nawawi, Yahya ibn Sharaf. (t.t.). Al-Majmu’ Sharh al-Muhadhdhab (20 jilid). Jeddah: Maktabah al-Irshad.
Al-Nasa’i, Ahmad ibn Shu’ayb. (1999). Sunan al-Nasa’i. Riyadh: Dar al-Salam.
Al-Qaradawi, Yusuf. (1999). Fiqh al-Zakah: A comparative study of zakah, regulations and philosophy in the light of Quran and Sunnah (2 jilid, Monzer Kahf, Terj.). Jeddah: Scientific Publishing Centre, King Abdulaziz University.
Al-Qurtubi, Abu ‘Abd Allah Muhammad ibn Ahmad. (1964). Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an (20 jilid). Kairo: Dar al-Kutub al-Misriyyah.
Al-Razi, Fakhr al-Din. (1420 H). Mafatih al-Ghayb (Al-Tafsir al-Kabir) (32 jilid). Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-’Arabi.
Al-Sadr, Muhammad Baqir. (1982). Iqtisaduna. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Shabuni, Muhammad ‘Ali. (1996). Shafwah al-Tafasir (3 jilid). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Syatibi, Abu Ishaq Ibrahim ibn Musa. (t.t.). Al-Muwafaqat fi Usul al-Syari’ah (4 jilid, ‘Abd Allah Darraz, Tahqiq). Beirut: Dar al-Ma’rifah.
Al-Suyuti, Jalal al-Din. (1983). Al-Ashbah wa al-Nazha’ir fi Qawa’id wa Furu’ Fiqh al-Shafi’iyyah. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Thabrani, Sulayman ibn Ahmad. (1995). Al-Mu’jam al-Awsat (10 jilid). Kairo: Dar al-Haramayn.
Al-Tahhan, Mahmud. (1415 H). Taysir Mustalah al-Hadith. Iskandariyah: Markaz al-Huda li al-Dirasat.
Al-Tirmidzi, Muhammad ibn ‘Isa. (1999). Jami’ al-Tirmidzi. Riyadh: Dar al-Salam.
Al-Zarqa’, Mustafa Ahmad. (1967). Al-Madkhal al-Fiqhi al-’Amm (2 jilid). Damaskus: Dar al-Fikr.
Al-Zuhayli, Wahbah. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh (8 jilid). Damaskus: Dar al-Fikr.
Antonio, Muhammad Syafii. (2001). Bank Syariah: Dari teori ke praktik. Jakarta: Gema Insani.
Antonio, Muhammad Syafii, Hasan, Nurul Ichsan, & Yusuf, Malik. (2019). Digital philanthropy in Muslim world: Opportunities and challenges. International Journal of Zakat, 4(1), 1–15.
Asutay, Mehmet. (2007). A political economy approach to Islamic economics: Systemic understanding for an alternative economic system. Kyoto Bulletin of Islamic Area Studies, 1(2), 3–18.
Auda, Jasser. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. Herndon: International Institute of Islamic Thought.
Bandura, Albert. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Bauman, Zygmunt. (2000). Liquid modernity. Cambridge: Polity Press.
Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). (2023). Outlook zakat Indonesia 2023. Jakarta: Pusat Kajian Strategis BAZNAS.
Beik, Irfan Syauqi. (2009). Analisis peran zakat dalam mengurangi kemiskinan: Studi kasus Dompet Dhuafa Republika. Jurnal Iqtisad: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Kemasyarakatan, 1(1), 45–62.
Beik, Irfan Syauqi, & Arsyianti, Laily Dwi. (2016). Ekonomi pembangunan syariah (Edisi revisi). Jakarta: Rajawali Press.
Berkey, Jonathan. (2003). The formation of Islam: Religion and society in the Near East, 600–1800. Cambridge: Cambridge University Press.
Blasi, Augusto. (2004). Moral character: A psychological approach. Dalam D. K. Lapsley & D. Narvaez (Ed.), Moral development: Theory and applications (hlm. 67–100). Mahwah, NJ: Erlbaum.
Bloom, Paul. (2016). Against empathy: The case for rational compassion. New York: Ecco.
Brooks, Arthur C. (2006). Who really cares: The surprising truth about compassionate conservatism. New York: Basic Books.
Brown, Stephanie L., Nesse, Randolph M., Vinokur, Amiram D., & Smith, Dylan M. (2003). Providing social support may be more beneficial than receiving it: Results from a prospective study of mortality. Psychological Science, 14(4), 320–327.
Bryan, Christopher J., Walton, Gregory M., Rogers, Todd, & Dweck, Carol S. (2011). Motivating voter turnout by invoking the self. Proceedings of the National Academy of Sciences, 108(31), 12653–12656.
CAF (Charities Aid Foundation). (2022). CAF world giving index 2022: A global view of giving trends. London: CAF.
Carter, C. Sue. (1998). Neuroendocrine perspectives on social attachment and love. Psychoneuroendocrinology, 23(8), 779–818.
Chapra, M. Umer. (1992). Islam and the economic challenge. Leicester: The Islamic Foundation.
Cialdini, Robert B. (2006). Influence: The psychology of persuasion (Edisi revisi). New York: HarperCollins.
Deci, Edward L., & Ryan, Richard M. (2002). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Dalam E. L. Deci & R. M. Ryan (Ed.), Handbook of self-determination research (hlm. 3–33). Rochester, NY: University of Rochester Press.
Dunn, Elizabeth W., Aknin, Lara B., & Norton, Michael I. (2008). Spending money on others promotes happiness. Science, 319(5870), 1687–1688.
Fauzia, Amelia. (2013). Faith and the state: A history of Islamic philanthropy in Indonesia. Leiden: Brill.
Figley, Charles R. (1995). Compassion fatigue: Coping with secondary traumatic stress disorder in those who treat the traumatized. New York: Brunner/Mazel.
Gollwitzer, Peter M., & Sheeran, Paschal. (2006). Implementation intentions and goal achievement: A meta-analysis of effects and processes. Advances in Experimental Social Psychology, 38, 69–119.
Hafidhuddin, Didin. (2002). Zakat dalam perekonomian modern. Jakarta: Gema Insani.
Hamid Slimi. (2018). The spiritual dimensions of zakah and infaq in Islamic thought. Journal of Islamic Finance, 7(2), 45–58.
Huda, Miftahul. (2019). Filantropi Islam di era digital: Peluang dan tantangan. Jurnal Ekonomi Islam, 10(1), 87–104.
Ibn ‘Asakir, ‘Ali ibn al-Hasan. (1995). Tarikh Madinat Dimashq (80 jilid). Beirut: Dar al-Fikr.
Ibn Abi al-Dunya, ‘Abd Allah ibn Muhammad. (1993). Dhamm al-Dunya. Beirut: Mu’assasah al-Kutub al-Thaqafiyyah.
Ibn Abi Usaybi’ah, Ahmad ibn al-Qasim. (1965). ‘Uyun al-Anba’ fi Tabaqat al-Atibba’ (2 jilid). Beirut: Dar Maktabah al-Hayah.
Ibn al-Humam, Kamal al-Din Muhammad. (t.t.). Fath al-Qadir (10 jilid). Beirut: Dar al-Fikr.
Ibn Battutah, Muhammad ibn ‘Abd Allah. (1964). Rihlah Ibn Battutah (Tuhfat al-Nuzzar fi Ghara’ib al-Amsar wa ‘Aja’ib al-Asfar). Beirut: Dar Sadir.
Ibn Hisham, Abu Muhammad ‘Abd al-Malik. (1955). Al-Sirah al-Nabawiyyah (4 jilid, Mustafa al-Saqqa, Ibrahim al-Abyari, & ‘Abd al-Hafiz Shalabi, Tahqiq). Kairo: Mustafa al-Babi al-Halabi.
Ibn Kathir, Isma’il ibn ‘Umar. (1986). Al-Bidayah wa al-Nihayah (14 jilid). Beirut: Dar al-Fikr.
Ibn Kathir, Isma’il ibn ‘Umar. (1998). Tafsir al-Qur’an al-’Azim (4 jilid). Riyadh: Dar al-Salam.
Ibn Khalikan, Ahmad ibn Muhammad. (1994). Wafayat al-A’yan wa Anba’ Abna’ al-Zaman (8 jilid). Beirut: Dar Sadir.
Ibn Khaldun, ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad. (1993). Muqaddimah Ibn Khaldun (2 jilid). Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Ibn Khuzaimah, Muhammad ibn Ishaq. (1970). Sahih Ibn Khuzaimah (4 jilid). Beirut: Al-Maktab al-Islami.
Ibn Majah, Muhammad ibn Yazid. (1999). Sunan Ibn Majah. Riyadh: Dar al-Salam.
Ibn Manzhur, Muhammad ibn Mukram. (1994). Lisan al-’Arab (15 jilid). Beirut: Dar Sadir.
Ibn Nujaym, Zayn al-Din ibn Ibrahim. (1999). Al-Ashbah wa al-Nazha’ir ‘ala Madhhab Abi Hanifah al-Nu’man. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr. (1973). Madarij al-Salikin Bayna Manazil Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in (3 jilid). Beirut: Dar al-Kitab al-’Arabi.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr. (1990). Al-Tibb al-Nabawi. Beirut: Dar al-Hilal.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr. (1994). Zad al-Ma’ad fi Hadyi Khayr al-’Ibad (5 jilid). Beirut: Mu’assasah al-Risalah.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr. (1999). Al-Wabil al-Shayyib min al-Kalim al-Tayyib. Kairo: Dar al-Hadith.
Ibn Qudamah, Muwaffaq al-Din ‘Abd Allah. (1997). Al-Mughni (10 jilid). Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub.
Ibn Rushd, Muhammad ibn Ahmad. (2004). Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid (2 jilid). Kairo: Dar al-Hadith.
Ibn Sa’d, Muhammad. (1968). Al-Tabaqat al-Kubra (8 jilid). Beirut: Dar Sadir.
Ibn Taimiyyah, Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. (1995). Majmu’ al-Fatawa (37 jilid). Madinah: Majma’ al-Malik Fahd.
Kahf, Monzer. (1978). The Islamic economy: Analytical study of the functioning of the Islamic economic system. Plainfield: Muslim Students Association of the United States and Canada.
Kahf, Monzer. (1987). Waqf: Its contribution to development. Makalah disampaikan pada Seminar on Islamic Economics, Jeddah.
Karim, Adiwarman A. (2001). Ekonomi Islam: Suatu kajian kontemporer. Jakarta: Gema Insani.
Kasser, Tim. (2002). The high price of materialism. Cambridge, MA: MIT Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Luks, Allan, & Payne, Peggy. (1991). The healing power of doing good: The health and spiritual benefits of helping others. New York: Fawcett Columbine.
Lyubomirsky, Sonja, Sheldon, Kennon M., & Schkade, David. (2005). Pursuing happiness: The architecture of sustainable change. Review of General Psychology, 9(2), 111–131.
Mannan, M. A. (1986). Islamic economics: Theory and practice. Cambridge: Hodder and Stoughton.
Marsh, Abigail. (2017). The fear factor: How one emotion connects altruists, psychopaths, and everyone in-between. New York: Basic Books.
Moll, Jorge, Krueger, Frank, Zahn, Roland, Pardini, Matteo, de Oliveira-Souza, Ricardo, & Grafman, Jordan. (2006). Human fronto-mesolimbic networks guide decisions about charitable donation. Proceedings of the National Academy of Sciences, 103(42), 15623–15628.
Monin, Benoit, & Miller, Dale T. (2001). Moral credentials and the expression of prejudice. Journal of Personality and Social Psychology, 81(1), 33–43.
Muslim ibn al-Hajjaj al-Qushayri. (2000). Sahih Muslim. Riyadh: Dar al-Salam.
Naqvi, Syed Nawab Haider. (1994). Islam, economics and society. London: Kegan Paul International.
Nasution, Mustafa Edwin, Setyanto, Budi, Huda, Nurul, Mufraini, Muhammad Arief, & Utama, Bey Sapta. (2006). Pengenalan eksklusif ekonomi Islam. Jakarta: Kencana.
Nelson, S. Katherine, Kushlev, Kostadin, English, Tammy, Dunn, Elizabeth W., & Lyubomirsky, Sonja. (2016). Do unto others or treat yourself? The effects of prosocial and self-focused behavior on psychological flourishing. Emotion, 16(6), 850–861.
Norenzayan, Ara. (2013). Big gods: How religion transformed cooperation and conflict. Princeton: Princeton University Press.
Oxfam International. (2024). Inequality Inc.: How corporate power divides our world and the need for a new era of public action. Oxford: Oxfam GB.
Putnam, Robert D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York: Simon and Schuster.
Qutb, Sayyid. (1992). Fi Zilal al-Qur’an (6 jilid). Beirut: Dar al-Shuruq.
Shubair, Muhammad ‘Uthman. (2007). Al-Mu’amalat al-Maliyyah al-Mu’asirah fi al-Fiqh al-Islami. Amman: Dar al-Nafais.
Slimi, Hamid. (2018). The spiritual dimensions of zakah and infaq in Islamic thought. Journal of Islamic Finance, 7(2), 45–58.
Small, Deborah A., Loewenstein, George, & Slovic, Paul. (2007). Sympathy and callousness: The impact of deliberative thought on donations to identifiable and statistical victims. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 102(2), 143–153.
Thaler, Richard H., & Sunstein, Cass R. (2008). Nudge: Improving decisions about health, wealth, and happiness. New Haven: Yale University Press.
van Reekum, Carien, Jackson, Daren C., Urry, Heather L., Hanna, Mitzi, Dalton, Kim M., Rosenkranz, Melissa A., Johnstone, Tom, Perlman, Gary, & Davidson, Richard J. (2014). From surviving to thriving: Emotion regulation and the role of social connectedness. Dalam P. Verhaeghen & C. Hertzog (Ed.), The Oxford handbook of emotion, social cognition, and problem solving in adulthood (hlm. 156–168). Oxford: Oxford University Press.
Warneken, Felix, & Tomasello, Michael. (2006). Altruistic helping in human infants and young chimpanzees. Science, 311(5765), 1301–1303.
Widodo, Hertanto, & Kustiawan, Teten. (2001). Akuntansi dan manajemen keuangan untuk organisasi pengelola zakat. Bandung: Institut Manajemen Zakat.
Yunus, Muhammad. (1999). Banker to the poor: Micro-lending and the battle against world poverty. New York: PublicAffairs.